Thursday, January 24, 2013

Halloween Stoy (Part 3/Final part)


“Jack! Hentikan!” teriak seseorang tiba-tiba. Mendengar suara yang familiar, Jack dan Grace menoleh. Mereka lihat bahwa orang itu adalah Randy dan Rio yang sedang berlari kearah mereka.  Serentak mereka langsung mendorong Jack agar menjauh dari Grace. “Grace! Kau tak apa-apa?” Tanya Randy sambil menghampiri Grace. “Iya, aku tidak apa-apa, berkat kalian” Jawab Grace. “Hei hei, kenapa mendorong ku seperti itu?” Tanya Jack. Rio dan Randy menoleh dan menatap Jack.

Rio       : “Apapun yang ingin kau lakukan untuk menculik jiwanya, lupakanlah! Kau tidak akan bisa!”  
Jack     : “menculik jiwanya? Apa yang kau bicarakan?”
Rio       : “Kau kira kami tidak tahu bahwa kau adalah ‘Stingy Jack’!?”
Jack     : “Apa maksudmu? Tentu saja aku bukan ‘Stingy Jack’!”
Grace  : “Lalu kenapa tadi kau berlagak seperti ingin mengambil jiwaku?”
Jack     : “Ayolah, kalian tahu kan aku emang usil? Tadi Grace bilang bahwa dia takut kepada ‘Stingy Jack’, makanya aku berlagak seperti itu untuk membuatnya takut. Yah, sekidar iseng saja sih.”
Randy  : “Hm, kalau dipikir lagi, Jack memang usil.”
Rio       : “Kalian jangan terpengaruh tipu dayanya. ‘Stingy Jack’ pintar berbohong.”
Jack     : “tapi aku bukan ‘Stingy Jack’!”
Randy  : “Bagaimana kalau begini saja, nanti malam, kita berkumpul tepat pukul 8, di balai kota.           Dengan cara ini, kita bisa mengetahui jack adalah ‘Stingy Jack’ atau bukan dengan cara    mengawasinya setiap saat.”
Grace  : “Aku setuju”
Jack     : “Aku juga setuju”
Rio       : “grrh, baiklah. Nanti malam, pukul 8, di balai kota. Jangan sampai ada yang terlambat”

            *Pukul 07.45 malam, di balai kota*
            Tampak Grace, Randy, dan Lily telah berada di balai kota, menunggu Jack dan Rio. Grace memakai kostum penyihir, Randy memakai kostum Frankenstein, dan Lily memakai kostum peri. Grace tampak resah, ia berulang kali melihat jamnya.

            Tak lama kemudian, mereka mendapat telepon dari Rio. “Teman-teman! Cepat ke sini! Daerah 11th street NY! Aku melihat ‘Stingy Jack’!!!” ujarnya singkat lewat telepon. “Stingy Jack!? Teman-teman, ayo kita bergegas!” Kata Randy. Grace dan Lily mengangguk, dan mereka pun berlari ke lokasi yang telah disebutkan oleh Rio.

            Sesaat kemudian mereka pun tiba. “Dimana ‘stingy jack’ nya?” Tanya Randy. “tidakkah kau melihatnya!? Di seberang jalan sana! Persis seperti yang kita lihat tahun lalu!” kata Rio sambil menunjuk ke arah seberang jalan. Tampak sosok orang berkepala labu, berbaju lusuh, dan membawa lentera yang terbuat dari labu dan berjalan perlahan mendekati anak-anak yang lewat. Randy dan teman-temannya pun terkejut. “itu,, ‘Stingy Jack’!” kata Randy. “Apakah Jack sudah datang?” Tanya Rio. “Belum” jawab Lily. “Maka orang itu pasti Jack!” kata Rio.

            “Ayo beraksi teman-teman!” kata Randy. Semuanya mengangguk, lalu dengan sigap mereka berlari ke arah orang itu lalu mengepung dan menabraknya hingga terjatuh. Dan kepala labunya pun lepas saat ia terjatuh. Ternyata, yang ada di dalamnya. . .

            “Jack!?” teriak mereka bersamaan. “hehe, iya, ini aku” kata jack sambil tertawa. “jadi, kau anak yang kita lihat tahun lalu?” Tanya Rio. “tentu saja” jawab Jack. “bukannya kau bilang bahwa kau tahun lalu kau tidur di kamarmu?” Tanya Randy. “Yah, mungkin setelah kalian melihatku, aku pulang ke rumah dan tidur. Hehehe” jawab Randy sambil tertawa. “haalaah, Jack, bikin kita repot saja” kata Grace. “hehehe” tawa Jack. “Baiklah, mari kita ke rumah tetangga dan…” “Trick or Treat!!!” kata mereka bersama sambil menyebar ke rumah-rumah tetangga meninggalkan Jack sendiri di tempat tadi.

            Jack tersenyum lebar sambil mengambil lentera yang padam yang terjatuh tadi. Matanya bersinar, wajahnya menjadi berwarna oranye, dan perlahan kepalanya berbentuk seperti Labu. Lalu lenteranya yang padam tadi, menyala dengan sendirinya. “Selamat hari Halloween” Katanya tersenyum sinis, sambil berlalu, ditelan kegelapan malam.


--- Tamat ---

No comments:

Post a Comment