Tuesday, January 22, 2013

Halloween Story (part 1)


            Siang itu, beberapa saat setelah bel istirahat berbunyi, Jack sedang menikmati makan siangnya di kantin. Tak lama berselang, seorang temannya bernama Randy datang menghampiri nya.

Randy  : “Yo Jack”
Jack     : “Yo”
Randy  : “Kau ingat hari ini hari apa?”
Jack     : “Hari Kamis kan?”
Randy  : “haaah, kau tak ingat? apa kau ingat hari ini tanggal berapa?”
Jack     : “31 Oktober. Memangnya kenapa?”
Randy  : “Apa kau tak ingat tanggal 31 Oktober itu hari apa?”
Jack     : “hari kamis. Tahun ini hari kamis, tahun lalu hari Rabu, dan dua tahun yang lalu hari Senin, sepertinya…”
Randy  : “Bung, hari ini adalah hari Halloween!”
Jack     : “Ah iya, 31 Oktober, Halloween. Lalu, ada apa dengan hari Halloween? Trick or Treat?”
Randy  : “ Bung, apa kau belum pernah mendengar legenda tentang ‘Stingy Jack’?”
Jack     : “ ‘Stingy Jack’? Hei, apa kau mengolokku ‘Jack si bau’?”
Randy  : “ Jack, tentu saja bukan, aku hanya …”
Jack     : “Iya-iya, aku mengerti. Stingy Jack, Jack si pelit, merupakan gelar yang diberikan kepada seorang petani yang pelit dan licik, orang yang pada saat kematiannya ia tak diterima di surga maupun neraka sehingga dia berkeliaran di dunia dalam bentuk hantu untuk menculik orang yang suka berbohong dan licik sambil membawa lentera ‘jack o lantern’ agar dia memiliki teman yang bernasib sama? Itu merupakan suatu cerita yang menyebabkan adanya hari Halloween. Tapi ayolah, itu hanya cerita”
Randy  : “Ho, jadi kau piker itu hanya cerita? Tidakkah kau mendengar rumor yang beredar di sekitar sini? Tentang apa yang terjadi di hari Halloween tahun lalu?”
Jack     : “Rumor tentang salah satu warga yang diculik ‘Stingy Jack’ tahun lalu?”
Randy  : “Tentu saja”
Jack     : “Jadi, ada apa dengan rumor itu?”
Randy  : “Apakah kau melihat ‘Stingy Jack’ itu?”
Jack     : “aah, tidak, di malam Halloween tahun lalu aku memutuskan untuk tidur di kamar”
Randy  : “Tidur?”
Jack     : “iyaa, memang kenapa?”
Randy  : “ah, tidak, tidak apa-apa”

Tiba-tiba bel tanda istirahat berakhir berbunyi. “kau luang kan mala mini? Ajak temanmu yang tertarik dengan hal mistis, dan temui aku di depan gerbang sekolah pada saat pulangan” kata Randy singkat. “Oke” jawab Jack.

Randy pun pergi meninggalkan Jack. Jack segera menghabiskan makan siangnya dan pada saat ia ingin beranjak dari kursinya, Grace datang menghampirinya entah dari mana. “Halo jack” sapanya ramah. “hei Grace” sapa Jack balik. “tadi aku mendengar pembicaraan kalian tentang rumor ‘stingy jack’ yang beredar. Boleh aku ikut bergabung?” Tanya Grace. “Tentu saja, nanti temui aku dan Randy di gerbang sekolah saat pulangan. Oke?” jawab Jack. “Oke!” kata Grace tersenyum bersemangat sambil berlalu pergi. Jack pun ikut tersenyum. Jack pun mempercepat langkahnya menuju kelasnya.

            Waktu menunjukkan pukul 4 sore, dan bel tanda waktu sekolah berakhir pun berbunyi. Tetapi, kelas Jack baru berakhir 15 menit setelah bel itu berbunyi. Jack mulai merasa khawatir. Karena takut telat, ia mengambil jalan pintas menuju gerbang sekolah, tetapi jalan ini jarang dilewati oleh siswa di sekolah ini. Pada saat melewati jalan ini, Jack tiba-tiba merasa seperti ada seseorang yang memanggilnya. Jack sempat berhenti, dan melihat sekelilingnya. Tidak ada orang. Keringat dinginnya mengalir, tetapi tidak ia hiraukan. Ia tetap mempercepat larinya menuju gerbang sekolah.

            Sesampainya di gerbang sekolah, dilihatnya Grace, Randy, dan dua orang lainnya telah berkumpul. “yo Jack, kenapa lama sekali?” Tanya Randy. “Maaf, tadi aku ada sedikit masalah” jawab Jack. “Sudahlah, yang penting sekarang kita semua telah berkumpul. Grace, Jack, perkenalkan, temanku, Lily dan Rio” kata Randy sambil memperkenalkan temannya. “Salam kenal, Lily dan Rio” Sapa Jack dan Grace. “Salam kenal juga” jawab Lily dan Rio.

            “Jadi, untuk apa kita berkumpul disini?” Tanya Grace. “membuat rencana” jawab Randy. “Rencana apa?” Tanya Jack.  “Rencana untuk menangkap ‘stingy jack’” jawab Randy tenang. “Hei, kau berkata dengan tenang begitu, seolah mudah untuk menangkap hantu itu!” kata Grace. “kita tidak akan tahu sebelum mencoba” kata Rio. “Baiklah, kita akan berkumpul lagi nanti malam di balai kota tepat pukul 8. Pakai kostum terbaik kalian, masalah peralatannya, serahkan padaku.” Kata Randy. Jack dan yang lain pun mengangguk, dan pulang menuju rumah masing-masing.

            Pada saat Randy beranjak pulang, ia dihentikan oleh Rio. “kenapa kau tidak langsung bilang kepadanya?” tanyanya. “aku sudah bilang bahwa kita akan berkumpul nanti malam pukul 8” jawab Randy. “Bukan! Kenapa kau tidak bilang bahwa dialah ‘stingy jack’ seperti yang kau janjikan tadi!?” kata Rio. Randy pun terdiam.


Jack adalah 'stingy jack'??? bagaimana bisa??? tunggu saja kelanjutan ceritanya!

No comments:

Post a Comment